Sabtu, 23 Juli 2011

Menginstalasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN)

A. Pengertian
    Instalasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) merupakan modul teori dan atau praktikum yang membahas tentang penginstalan sampai dengan pengujian jaringan LAN.

B. Latar belakang dan sejarah jaringan   
    Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super
komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), bentuk pertama kali jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer.

Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer.

  kemudian penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System)  tanpa ada komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN (Local Area Network).
kemudian Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa ditingkat dunia yang disebut dengan istilah WAN (Word Area
Network).

B. Jenis-jenis jaringan
     secara umum jaringan terbagi menjadi lima yaitu:
  •  Local Area Network (LAN)
      Local Area Network (LAN) merupakan jaringan pribadi yang dimiliki dalam sebuah gedung yang hanya berukuran beberapa kolimeter. LAN digunakan untuk menghubungkan komputer pribadi dan workstation atau client dalam satu gedung atau kampus yang digunakan untuk memakai bersama seperti printer, dan juga untuk bertukar data atau informasi.

  •  Metropolitan Area Network (MAN)
      Metropolitan Area Network (biasa disebut MAN) merupakan gabungan dari beberapa Local Area Network dan pemanfaatan teknologinya pun hampir sama dengan yang ada pada Local Area Network. Luas dari Metropolitan Area Network biasanya mencakup jaringan antar gedung atau kantor. MAN dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang
data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

  • Wide Area Network (WAN)
      jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua.
WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. 
 

  • Internet
      Intranet adalah jaringan komputer private yang menggunakan protokol Internet setrta koneksi jaringan.
Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya.

  • Wireless
jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan
jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang.


C. Topology jaringan
  Topology adalah cara untuk menggabungkan komputer yang satu dengan komputer yang lain sehingga membentuk suatau jaringan. topologi yang sekarang banyak digunakan yaitu :

1.Topologi BUS 
           Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya.
     Keuntungan
    •  Hemat kabel
    •  Layout kabel sederhana
    •  Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain
    Kerugian
    •  Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
    •  Kepadatan lalu lintas pada jalur utama
    •  Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di
    •  Sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan
    •  Diperlukan repeater untuk jarak jauh 
    2. Topologi RING
            Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.
      Keunggulan
      • tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.
      Kelemahan
      •  setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
      3. Topologi STAR
             Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB.     
        Kelebihan           
        • Paling fleksibel
        • Ti ngkat keamanan termasuk tinggi.
        • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
        • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah
        • Kontrol terpusat
        Kekurangan   
        • Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti. 
        • Perlu penanganan khusus
        • Boros kabel  
        • Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
                          
        C. Type Jaringan              
         Type Jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer.   
         1. Jaringan Client-Server
             Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputerkomputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. pada model ini ada satu komputer yang disiapkan menjadi pelayan (server) dari komputer lainnya (client). Semua permintaan layanan sumberdaya dari komputer client harus dilewatkan ke komputer server, komputer server ini yang akan mengatur pelayanannya.
        Keunggulan
        • Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation. 
        • Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.  
        • Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan
        Kelemahan   
        • Biaya operasional relatif lebih mahal.
        • Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server. 
        • Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server
          mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.              
         2. Jaringan Peer To Peer  
             Jaringan peer-to-peer adalah jaringan dimana komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya.Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.      
         Keunggulan    
        • Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.  
        • Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan
          dan menyediakan fasilitas jaringan.     
        • Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.   
        Kelemahan 
        • Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah
          antara server dengan workstation.         
        • Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.       
        • Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.  
        • Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.                                                           

         


        Tidak ada komentar:

        Poskan Komentar

        Share

        Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites